Rabu, 10 Februari 2010

Globalisasi Ekonomi

Senin, 14 Maret 2005
Globalisasi Ekonomi Akar Persoalan Trafiking
Jurnalis : Eko Bambang S
Jurnalperempuan.com-Jakarta. Persoalan trafiking (perdagangan manusia) dalam
banyak kesempatan masih dilihat secara parsial, seperti trafiking dikaitkan
dengan bencana di Aceh, trafiking dikaitkan dengan kekerasan terhadap perempuan
dan sebagainya. Akibat pembahasan yang bersifat parsial ini, maka, akar
permasalahan trafiking yang sebenarnya yaitu globalisasi ekonomi hampir tidak
pernah disinggung dan menjadi pembahasan secara serius mengapa globalisasi
menyebabkan terjadinya tindakan trafiking. Padahal, globalisasi ekonomi ini
adalah sumber dari munculnya tindakan trafiking. Globalisasi ekonomi telah
menyebabkan penguasaan modal yang memainkan peranan hingga masuk kedalam
wilayah-wilayah nasional dan lokal yang bekerja secara sistematis.

Pendapat kritis tersebut disampaikan oleh Ita F.Nadia dari Komnas Perempuan
dalam acara Seminar ?Problematika Traffiking Pasca Tsunami di Aceh dan
Kebijakan Negara? yang diselenggarakan oleh Koalisi Perempuan Indonesia di
Jakarta, Senin (14/03/05).

Menurut Ita, satu contoh yang sangat nyata bagaimana begitu kuatnya peran
globalisasi ekonomi adalah dengan melihat munculnya persoalan buruh migran.
Dalam konteks ini fenomena TKW yang sarat akan diskriminasi dan berpotensi
besar untuk tindakan trafiking sebenarnya bagian dari setting besar dari
globalisasi ekonomi. Fenomena ini tidak terjadi secara parsial, namun terjadi
secara sistematis, mulai dari keluarga, masayarakat, negara hingga pada
tingkatan internasional.

Sementara itu, berkaitan dengan masalah RUU Trafiking yang saat ini masih
menunggu giliran pembahasan di DPR, menurut Ita RUU tersebut masih menyimpan
persoalan mendasar yaitu tidak adanya konsultasi nasional yang berkaitan dengan
substansi isi RUU tersebut. ?Kalau pada tanggal 7 Maret 2005 DPR sempat hearing
dengan publik yang salah satunya adalah Komnas Perempuan, dan saya ikut dalam
proses tersebut, maka itu tidak bisa dikatakan sebagai konsultasi nasional,
karena publik hanya diminta pendapatnya saja oleh Komisi 8 DPR RI, ? ujar Ita.

Namun demikian menurut Ita, RUU trafiking yang diajukan sudah cukup baik, namun
ada beberapa catatan saja yang mungkin bisa dipertimbangkan, yaitu memasukkan
naskah akademik sebagai bentuk memahami substansi dasar RUU Trafiking. Menurut
Ita, naskah akademik ini penting, kalau naskah akademik tidak dimasukkan, maka
RUU tersebut akan menjadi produk yang tidak bisa mengidetifikasikan masalah
bahkan menyelesaikan masalah.

Terhadap komisi VIII DPR RI, Ita juga kecewa berkaitan dengan jadwal pembahasan
RUU trafiking yang tidak diprioritaskan terlebih dahulu, yang jelas-jelas
memakan korban perempuan dan anak. Menurut Ita, Komisi VIII justru akan
memprioritaskan pembahasan masalah Pornografi yang dianggap menjadi persoalan
bangsa. Padahal, menurut Ita, pembahasan RUU Pornografi justru sebenarnya akan
menjadikan politisasi identitas perempuan.


Sumber: http://www.freelists.org/post/ppi/ppiindia-Globalisasi-Ekonomi-Akar-Persoalan-Trafiking

Minggu, 07 Februari 2010

kata mutiara

1. A help in sincerity is not a hope repay.
*Pertolongan yang tulus tidak akan mengharapkan imbalan*
2.Wealth does not always help to produce happiness.
*Tak selamanya kekayaan itu membawa kebahagiaan*
3.Kindness is the nobiest weapon to conquer with.
*Keramahan adalah senjata penakluk yang paling jujur*
4.Bring supply when you go,and bring charity when you die.
*Bila pergi membawa bekal dan bila mati membawa amal*
5.Love is more kinds,but what is very safe and eternal is love wich come from the door of sweetheart.
*Cinta itu bermacam-macam tapi yang paling aman dan kekal adalah cinta yang melalui pintu kekasih*

Senin, 18 Januari 2010

Sikap Kita Menentukan Segalanya

SIKAP

Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan

Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.

Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.

Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi

Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.

Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.

Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!